DENYUT NADIMU ADALAH PERJUANGAN




(Sempena hari jadi 94 tahun Bapa Abdullah C.D.)



Jika Bahaman, Maharajalela, Sagor, Tok Janggut

(dan yang seangkatan dengannya)

diiktiraf sebagai pahlawan bangsa

ku pahatkan namamu sebaris dengan mereka

kerana ku menyaksikan

setiap denyut nadimu, setiap sedut hembus nafasmu

adalah perjuangan

biarpun gantinya darah dan nyawa

demi bangsa dan pertiwi tercinta



Persetan apa kata penjajah

Persetan putar belit anjing buruannya

Persetan profesor sejarah hatinya buta

Sumbanganmu yang agung tetap gemerlapan

menyuburi semangat juang bangsa

demi sebuah hari cepan yang cemerlang.




Mat Amin

2.10.2017

Sukhirin






GAH DI PERSADA TANAHAIR



Abdullah C,D, @ Cik  Dat Anjang Abdullah


Abdullah CD
Nama yang gah di persada tanahair
Nama yang menggerunkan lawan
Nama yang meyakinkan kawan
94 tahun
Nama ini meniti dari bibir ke bibir
       Kawan apa lagi
           Lawan
Tentang semangat juangnya
Tentang keberaniannya
Tentang proletariatnya
Tentang pendiriannya
Tentang kesederhanaannya
Dan ....  Dan... Dan ..
Ayahanda Abdullah CD
Betapa kami bangga dengan mu
Betapa kami kagum dengan
 semangat mu
Betapa kami menghormati mu
Betapa kami menyayangi mu

Semoga Pencipta mu
Mengurniakan kesihatan yang kukuh
Memberkati segala usaha mu
     Dan sumbangan mu
Kepada agama, negara dan bangsa mu



Susila
Isnin, 2 Okt 2017

RINGKASAN PERJALANAN HIDUP PAK HASSAN SALLEH KOMANDER VETERAN REJIMEN KE-10


Nama sebenar beliau ialah Hassan bin Salleh. Nama perjuangannya Waiming, Ayub dan Tok Ayah. Beliau dilahirkan pada tahun 1929 di Kampung Sungai Buluh, Mentakab, Pahang.

Beliau belajar Arab dan Quran dan Inggeris semasa sekolah Melayu dan meneruskan pelajaran ke sekolah pondok di Mentakab.

Tahun 1946 beliau terlibat dengan gerakan kemerdekaan yang dianjurkan oleh API. Setelah API diharamkan gerakan ini diteruskan oleh PETA. Beliau ikut serta dalam kerja2 propaganda, mengadakan sandiwara dan lain2 untuk membangkitkan semangat kemerdekaan rakyat.

Jun 1948 kerajaan penjajah yang menguasai Malaya mengisytiharkan Undang2 Darurat.  Ramai rakan2nya dari API, AWAS telah ditangkap dan sebahagian lagi  telah berunudr ke hutan membentuk pasukan gerila.  Beliau juga ingin menyertai perjuangan bersenjata, tetapi pihak organisasi menasihatkannya supaya  meneruskan kerja2 propaganda dan perhubungan di kalangan rakyat. Pada mulanya beliau berundur ke Lubuk Kawah kemudian balik ke Mentakab sesuai dengan kerja2 yang diberikan organisasi.

Julai 1948 kerana aktivitinya sudah diketahui oleh intelijen penjajah, beliau telah menyertai perjuangan bersenjata bersama Rejimen Ke-10 Tentera Pembebasan Nasional Malaya (TPNM).

Keluarganya menyokong penuh perjuangan bersenjata untuk kemerdekaan. Beliau bersama seorang anak saudaranya  Mohd. Ali (Suti) telah menyertai perjuangan bersenjata. Hanya seorang saja yang bersikap reaksioner menentang perjuangan ini.

Tahun 1952 beliau diterima menjadi anggota Parti Komunis Malaya. Tahun 1953 menjadi anggota pasukan Hang Jebat Rejimen Ke-10 melaksanakan tugas perjalanan jauh bersama Bapa Abdullah C.D..
Perjuangan bersenjata di Malaya menghadapi tekanan yang amat berat dari tentera  penjajah. Allahyarham banyak kali bertempur dengan musuh dan telah memperlihatkan semangat yang cekal tak kenal tunduk di depan maut. Antara pertempuran menonjol yang diikursertai oleh beliau ialah pertempuran di Sungai Sekam pada 28 Januari 1954 di mana 40 orang perajurit gerila melawan 160 pasukan Golden British yang diagung-agungkan sebagai pasukan handalan dan berpengalaman dalam Perang Dunia Kedua.

Di awasan sempadan beliau membuat banyak pekerjaan yang diamanahkan seperti menjadi anggota pengawal kawan-kawan pimpinan, memimpin regu2 melakukan berbagai2 jenis pekerjaan dan pertempuran. Akan tetapi banyak usaha ditumpukan kepada memimpin regu penyusun massa (masworker). Boleh dikatakan banyak kampung2 Melayu di kawasan sempadan dari Yala, Patani dan Narathiwat adalah kawasan basis yang pernah disusun oleh belaiu.

Allahyarham juga adalah peminat kesenian tradisional Malayu. Beliau selalu mengajar kawan-kawan berkenaan kesenian tradisional seperti tarian, ronggeng, nyanyian, pantun dan lain2. Selain itu beliau juga ahli silat. Di majlis2 keramaian, beliau selalu mempersembahkan nyanyian, syair, tarian dan pencat silat sebagai hiburan kepada para perajurit.

Kerana semangat dan kecekapannya dalam perjuangan, pada tahun 1953 beliau dilantik menjadi Pembantu Ketua Seksyen dalam Pasukan Hang Jebat, 1958 dilantik menjadi Ketua Seksyen, 1962 dilantik menjadi Ketua Platun, 1970 dilantik menjadi Markas Pengarah, 1976 dilantik menjadi Anggota Area Komiti dan 1989 dilantik sebagai calon State Komiti.

Setelah perdamaian beliau memilih untuk menetap bersama Bapa Abdullah C.D. dan rakan seperjuangan yang lain di Kampung Perdamaian Sukhirin. Bersama kawan2 pimpinan dan rakan2 yang lain beliau membangun kampung halaman, mengusahakan sumber pendapatan keluarga dan lain2. Sebagai seorang anak pondok, beliau juga banyak memberikan sumbangan dalam memajukan Madrasah Darul Aman yang kemudian dinaik taraf menjadi Masjid Darul Aman.

Pada 24 September 2017, beliau telah menghembuskan nafas yang terakhir kembali ke pangkuan Illahi dalam usia 88 tahun di kediamannya di Kampung Perdamaian Sukhirin.

Seumur hidup Allahyarham Hassan telah diabadikan kepada perjuagan untuk merebut kemerdekaan Malaya daripada cengkaman penjajah British. 

Semoga roh beliau dicucuri rahmat Allah Taala.

Semangat dan sumbangannya akan abadi dalam catatan sejarah perjuangan bangsa ini yang gagah berani melawan penjajahan demi kemerdekaan nasional dan pembebasan abadi.

lihat juga: http://matamin02.blogspot.com/2010/05/puisi-perajurit-pertempuran-di-sungai.html

RINGKASAN PERJALANAN HIDUP BONG SOEMAUN UTOMO PEJUANG VETERAN INDONESIA

Soemaun Utomo
Sekelumit cerita dari perjalanan hidup seorang bernama Soemaun Utomo (ayah & bapak mertua, eyang & eyang buyut kita): 

Terlahir dari keluarga petani muslim di Dusun Tlanak, Desa Kedungpring, Babat, Lamongan, Jatim, 94 tahun yang lalu. 

Diusianya yang relatif muda ia sudah meninggalkan desa, orang tua, saudara dan teman2nya kerana keinginan yang sangt besar untuk meraih pendidikan tinggi. Ia hijrah ke Surabaya untuk melanjutkan pendidikan hingga bergabung ke dinas militer dan kemudian hidup berpindah pindah sesuai pergerakan perjuangan bersenjata pada masa revolusi kemerdekaan.... 

Singkat cerita, tahun 1947, diusianya yang masih relatif muda (24 tahun) dengan pangkat Mayor dan berdinas di Jakarta ia disertir dari dinas militer dan bergabung ke partai kerana ada seorang pimpinan partai yang merupakan teman baiknya. 

Di partai awalnya ia diposisikan sebagai ketua gerakan pemuda bersenjata. Namun tak lama di situ, ia konflik dengan pengurus partai yang menangani bidang kepemudaan. Oleh partai kemudian ia dipindahkan ke Jatim sebagai ketua BTI (Barisan Tani Indonesia). 

Tahun 1951 ia memimpin demonstrasi besar BTI di Surabaya yang berakibat ia di tangkap dan dipenjara. Namun tak lama dalam penjara ia dibebaskan oleh partai dan diposisikan sebagai pimpinan SBKA (Serikat Buruh Kereta Api) Jatim. Tak lama memimpin SBKA, ia menggerakan pemogokan masal buruh KA di Jatim. Akibat aksi itu kembali ia ditahan aparat keamanan. Namun kembali partai menyelamatkannya dengan membebaskannya dan kemudian mengirimnya ke Berlin untuk acara kongres partai komunis internasional. Namun kerana statusnya diburu oleh pemerintah dan apart keamanan waktu itu, maka dari Berlin kemudian oleh partai ia dikirim ke Tiongkok untuk sekolah sampai  tahun 1957. 

Setelah bercokol di Tiongkok selama 5 tahun kemudian ia kembali ke Indonesia. Tak lama setelah kembali ke Indonesia, dalam suatu acara konggres partai ia terpilih sebagai ketua SBKA pusat. Namun tak lama di posisi itu kembali ia menggerakan dan memimpin pemogokan buruh kereta api secara nasional. Sejak itu ia menjadi target aparat2 keamanan di Indonesia. 

Untuk menyelamatkannya dari kejaran aparat keamanan, pada tahun 1959 partai memposisikannya sebagai salah satu wakil sekretaris bidang pendidikan di CC (comite central). Sejak itu karirnya di bidang pendidikan, ideologi dan pemikiran politik terus melejit hingga kemudian ditunjuk menjadi pimpinan Universitas Rakyat Indonesia. 

Ketika meletus peristiwa 1965, kerana ia bagian dari daftar target utama, ia dilindungi dan disembunyikan temen2nya yang dulu sama2 berdinas di militer. Namun kerana tak tahan ingin ketemu istrinya yang baru melahirkan anak, maka pada Maret 1966 ia keluar dari persembunyian. Setelah sempat menengok istri dan anak2nya, ia langsung dibekuk tentara atas perintah langsung Jend Soeharto yang notabene pernah menjadi anak buahnya saat berpangkat Letda. 

Sejak tertangkap itu sampai dalam pembuangan di Nusakambangan dan Pulau Buru, praktis komunikasi dengan keluarga putus, hanya sempat beberapa kali berkirim kartu pos. Ia kemudian baru dibebaskan sebagai tahanan politik Pulau Buru pada tahun 1979 dalam gelombang terakhir setelah dengan sangat terpaksa harus menandatangani surat pernyataan dan ikrar kesetiaan pada pemerintah Indonesia di bawah Orde Baru...... 

Setelah bebas dan kembali berkumpul dengan istri dan "sebagian" anak2nya yang bermukim di Semarang, dengan bantuan modal terbatas dari saudara dan teman2 lamanya ia mulai berupaya membangun ekonomi keluarga bersama sang istri dengan merintis usaha pembuatan dan penjualan telor asin, ternak dan dagang ayam potong, sambil setiap malam ia mengerjakan order terjemahan yang dilakukannya dengan mesin ketik butut yang ia beli dari pasar loak. 

Sekitar dua tahun ia menggeluti usaha2 tersebut, kemudian ia mendapatkan pekerjaan di Keuskupan Semarang, tepatnya di YSS Soegijopranoto. Di YSS inilah ia kemudian membuka komunikasi dengan dunia luar dengan menghubungi teman2 lamanya yang tersebar di berbagai negara. Melalui komunikasi yang intens dan kemampuannya membuat perencanaan strategis untuk kembali menghimpun kekuatan, ia berhasil memobilisasi dana bantuan internasional melalui rekening YSS. Dana2 inilah yang kemudian ia gunakan untuk merintis berbagai usaha dari percetakan, balai pengobatan, toko kelontong, warung makan, sampai angkutan perkotaan dan travel. Semua untuk menampung temen2nya para ex tapol. Rupanya upaya ini cukup berhasil. Seiring dengan itu ekonomi keluarga mulai dapat tertata dan pelan2 rumah Singotoro juga mulai dibenahi. Setelah merasa cukup memiliki kemampuan, ia kemudian berupaya menyatukan kembali seluruh anak2nya yang sebagiannya masih "terserak" di tempat kakak2 dari istrinya. Terbukti dengan kerja keras dan usahanya yang luar biasa ia berhasil menyatukan kembali keluarganya dan sekaligus merintis kembali dunia politiknya........

 Itulah sekelumit sosok bernama Soemaun Utomo, ayah, bapak mertua, eyang dan eyang buyut kita yang kini dalam kondisi terkulai akibat sakit di usia senjanya. Seorang bapak dan seorang pejuang yang senantiasa gigih untuk mendapatkan hak2nya.....
#Indahnya dunia manakala kita mau melihatnya dari jendela kehidupan secara positif. Maafkan khilaf dan salah beliau agar dunianya dan dunia kita tetap terjaga dengan indah. Amien....#

MAT INDERA YANG TIDAK MATI

MAT INDERA YANG TIDAK MATI

Dalam arus perjuangan kemerdekkaan
kau ikut berjuang di jalan kiri
bersama PKMM dan API.

Bila parti kiri diharamkan
kau bergerila di hutan belantara
demi perjuangan yang perlu diteruskan.

Kau berhak membuat pilihan
dan dalam perjuangan kemerdekaan
jalan yang kau pilih tidak semestinya satu kesalahan.

Kau patriot dan nasionalis sejati
yang menyerahkan jiwa dan raga
untuk kemerdekaan bangsa tercinta.

Kau dikhianati oleh kawan sendiri
yang menangkapmu atas arahan penjajah
dan kau dihukum mati.

Tapi di hati kami
kau tidak mati
kau sentiasa di kenang dan diingati
sebagai pejuang yang gagah berani
yang bersedia mati untuk ibu pertiwi.

M.S.RINDU
Kajang
8 Februari 2017

PERUTUSAN DAN SALAM HARI RAYA AIDILFITRI 2017 PPAKM




Perutusan dan Salam Hari Raya Aidil Fitri 2017 PPAKM

Sempena tibanya 1 Shawal, saya dengan tulus ikhlas mewakili segenap ahli Persatuan Persahabatan Abad Ke-21 Malaysia (PPAKM) mengucapkan selamat menyambut Hari Raya Aidilfitr, mohon maaf zahir dan batin kepada Bapak Abdulah C. D. dan seluruh kawan seperjuangan dalam Kampung Perdamaian  Sukhirin dan Kampung Perdamaian Kabang.
Tahniah atas kejayaan kawan-kawan sebulan menjalankan ibadah puasa. Menahan lapar dan dahaga, mengerti ketabahan dan kesabaran dalam perjuangan. Moga-moga kawan-kawan sekalian gembira berhari raya dan merayakan kemenangan.

Dan dengan gembira saya maklumkan bahawa PPAKM dan semua ahlinya tetap meneruskan semangat sekian lama ini, bersatu dengan semua yang memperjuangkan keadilan, telah membentuk Gabungan Tiga Paersatuan (Persatuan Persahabatan Berpanjangan, Persatuan Persahabatan Phoenix dan PPAKM). Baru-baru ini kami mengadakan bengkel Gabungan Tiga Persatuan, dihadir 70 orang ahli, mempelajari artikel-artikel tentang situasi semasa, dan mencapai persefahaman. Selanjutnya akan mengadakan Kem Kehidupan untuk pelajaran juga.
Sekian dan salam Aidilfitri!

Daripada
Yeap Kian Kok
Ketua Persatuan Persahabatan Abad Ke-21 malaysia





Categories

Pengikut